Surat Yasin Lengkap Latin dan Terjemah Dari Ayat 21 hingga 40

Bacaan Doa Surat Yasin, Latin Beserta Artinya | Popmama.com

Surat Yasin ini merupakan sebuah surat yang  termasuk ke dalam surat makiyah dan ada termasuk surat ke 36 yang ada di dalam Al Quran. Surat yasin ini sering di baca oleh para umat muslim di hari jumat. Surat ini juga sering sekali di baca untuk orang yang telah meninggal atau di baca sebagai salah satu bentuk rasa syukur. Berikut ini bacaan doa surat yasin latin beserta artinyadari ayat 21 hingga ayat 40:

  • ٱتَّبِعُواْ مَن لَّا يَسۡ‍َٔلُكُمۡ أَجۡرٗا وَهُم مُّهۡتَدُونَ 
    Ittabi’uu man laa yas-alukum ajran wa hum muhtaduun(a) 
    Artinya: Kalian ikutilah orang yang tidak meminta imbalan keoada kamu dan mereka adalah orang yang mendapat petunjuk. 
  • وَمَا لِيَ لَآ أَعۡبُدُ ٱلَّذِي فَطَرَنِي وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ 
    Wa maa liya laa a’budul ladzi fatharanii wa ilaihi turja’uun(a) 
    Artinya:Dan mengapa aku tidak menyembah Tuhan yang telah mencipatakan aku, dan kepadanyalah kalian akan dikembalikan. 
  • ءَأَتَّخِذُ مِن دُونِهِۦٓ ءَالِهَةً إِن يُرِدۡنِ ٱلرَّحۡمَٰنُ بِضُرٍّ لَّا تُغۡنِ عَنِّي شَفَٰعَتُهُمۡ شَيۡ‍ٔٗا وَلَا يُنقِذُونِ 
    A-attakhidzu minduunihii aalihatan in yuridnirrahmaanu bidhurril laa tughnii ‘annii syafaa ‘atuhum syai-aw wa laa yunqidzun(i) 
    Artinya:Kenapa aku harus menyembah tuhan-tuhan selain-Nya (Allah)? Jika Allah (Ar Rohman) mengehendaki bencana menimpaku, maka niscaya pertolongan mereka tidak akan berguna untukku dan mereka tidak akan mampu menyelamatkanku. 
  • إِنِّيٓ إِذٗا لَّفِي ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ 
    Innii idzal lafii dhalaalim mubiin(in) 
    Artinya:Sesungguhnya jika aku melakukan hal itu, pastilah aku ada dalam kesesatan yang nyata. 
  • إِنِّيٓ ءَامَنتُ بِرَبِّكُمۡ فَٱسۡمَعُونِ 
    Innii aamantu birabbikum fasma’uun(i) 
    Artinya:Sesungguhnya aku sudah beriman kepada Tuhan kalian, maka dengarkanlah pengakuanku. 
  • قِيلَ ٱدۡخُلِ ٱلۡجَنَّةَۖ قَالَ يَٰلَيۡتَ قَوۡمِي يَعۡلَمُونَ 
    Qiilad khulil jannata qaala yaa laita qaumii ya’lamuun(a) 
    Artinya:Dikatakan kepadanya: “masuklah engkau ke surga” dia berkata “alangkah baiknya bilamana kaumku itu mengetahui.” 
  • بِمَا غَفَرَ لِي رَبِّي وَجَعَلَنِي مِنَ ٱلۡمُكۡرَمِينَ 
    Bimaa ghafaralii rabbii wa ja-‘alnii minal mukramiin(a) 
    Artinya:Apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampunan kepadaku dan juga menjadikan aku termasuk dalam orang-orang yang dimuliakan. 
  • وَمَآ أَنزَلۡنَا عَلَىٰ قَوۡمِهِۦ مِنۢ بَعۡدِهِۦ مِن جُندٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَمَا كُنَّا مُنزِلِينَ 
    Wa maa anzalnaa ‘alaa qaumihii min ba’dihii min jundim minas sama-i wa maa kunnaa munziliin(a) 
    Artinya:Dan kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukan pun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya. 
  • إِن كَانَتۡ إِلَّا صَيۡحَةٗ وَٰحِدَةٗ فَإِذَا هُمۡ خَٰمِدُونَ 
    In kaanat illaa shaihataw wahidatan faidzaa hum khaamiduun(a) 
    Artinya: Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati. 
  • يَٰحَسۡرَةً عَلَى ٱلۡعِبَادِۚ مَا يَأۡتِيهِم مِّن رَّسُولٍ إِلَّا كَانُواْ بِهِۦ يَسۡتَهۡزِءُونَ 
    Yaa hasratan ‘alal-‘ibaadi ma ya`tiihim mir rasuulin illaa kaanuu bihii yastahziuun(a) 
    Artinya: Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasul pun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.
  • أَلَمۡ يَرَوۡاْ كَمۡ أَهۡلَكۡنَا قَبۡلَهُم مِّنَ ٱلۡقُرُونِ أَنَّهُمۡ إِلَيۡهِمۡ لَا يَرۡجِعُونَ 
    Alam yarau kam ahlaknaa qablahum minalquruuni annahum ilaihim laa yarji’uun(a) 
    Artinya: Tidakkah mereka melihat berapa banyak yang telah Kami binasakan sebelum mereka dari umat-umat yang telah Kami binasakan, sesunggunya dari umat-umat yang telah dibinasakann itu tidak ada yang kembali kepada mereka. 
  • وَإِن كُلّٞ لَّمَّا جَمِيعٞ لَّدَيۡنَا مُحۡضَرُونَ 
    Wa in kullul lammaa jamii’ul ladainaa mukhdharuun(a) 
    Artinya: Dan tidaklah masing-masing umat kecuali seluruhnya akan kami hadirkan. 
  • وَءَايَةٞ لَّهُمُ ٱلۡأَرۡضُ ٱلۡمَيۡتَةُ أَحۡيَيۡنَٰهَا وَأَخۡرَجۡنَا مِنۡهَا حَبّٗا فَمِنۡهُ يَأۡكُلُونَ 
    Wa aayatul lahumul ardhul-maitatu ahyainaahaa wa akhrajnaa habban faminhu ya`kuluun(a) 
    Artinya: Dan suatu tanda bagi mereka adalah bumi yang mati, kami menghidupkannya dan kami keluarkan darinya biji-bijian, maka dari biji-bijian itu mereka makan. 
  • وَجَعَلۡنَا فِيهَا جَنَّٰتٍ مِّن نَّخِيلٍ وَأَعۡنَٰبٍ وَفَجَّرۡنَا فِيهَا مِنَ ٱلۡعُيُونِ 
    Waja-‘alnaa fiihaa jannaatim min nakhiilin wa a’naabin wa fajjarnaa fiihaa minal ‘uyuun(i) 
    Artinya: Dan kami jadikan di dalam bumi kebun-kebun dari kurma dan anggur dan kami pancarkan padanya dari beberapa mata air. 
  • لِيَأۡكُلُواْ مِن ثَمَرِهِۦ وَمَا عَمِلَتۡهُ أَيۡدِيهِمۡۚ أَفَلَا يَشۡكُرُونَ 
    Liya` kuluu min tsamarihii wa maa ‘amilathu aidiihim afalaa yasykuruun(a) 
    Artinya: Agar mereka memakan dari buahnya dan dari apa-apa yang diusahakan oleh tangan mereka, maka tidaklah mereka bersyukur. 
  • سُبۡحَٰنَ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلۡأَزۡوَٰجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنۢبِتُ ٱلۡأَرۡضُ وَمِنۡ أَنفُسِهِمۡ وَمِمَّا لَا يَعۡلَمُونَ 
    Subhaanalladzii khalaqal azwaaja kullahaa mimmaa tunbitul ardhu wa min anfusihim wa mimmaa laa ya’lamuun(a) 
    Artinya: Maha Suci Allah yang telah menciptakan semuanya secara berpasang-pasangan dari apa yang bumi tumbuhkan dan dari diri mereka sendiri dan dari apa-apa yang tidak mereka ketahui. 
  • وَءَايَةٌ لَّهُمُ ٱلَّيۡلُ نَسۡلَخُ مِنۡهُ ٱلنَّهَارَ فَإِذَا هُم مُّظۡلِمُونَ 
    Wa aayatul lahumul lailu naslakhu minhun nahaara faidzaahum muzhlimuun(a) 
    37. Dan tanda kebesaran Allah bagi mereka adalah malam, Kami lepaskan dari malam itu siang, maka tiba-tiba mereka ada dalam kegelapan. 
  • وَٱلشَّمۡسُ تَجۡرِي لِمُسۡتَقَرٍّ لَّهَاۚ ذَٰلِكَ تَقۡدِيرُ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡعَلِيمِ 
    Wasy-sayamsu tajrii limustaqarril lahaa dzaalika taqdiirul ‘aziizil ‘alim(i) 
    Artinya: Dan matahari beredar pada orbitnya, itulah ketetapan Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. 
  • وَٱلۡقَمَرَ قَدَّرۡنَٰهُ مَنَازِلَ حَتَّىٰ عَادَ كَٱلۡعُرۡجُونِ ٱلۡقَدِيمِ 
    Wal qamara qaddarnaahu manaazila hattaa ‘aada kal’urjuunil qadiim(i) 
    Artinya: Dan bulan telah Kami tetapkan untuknya tempat edarnya sehingga ia kembali seperti tandan yang tua. 
  • لَا ٱلشَّمۡسُ يَنۢبَغِي لَهَآ أَن تُدۡرِكَ ٱلۡقَمَرَ وَلَا ٱلَّيۡلُ سَابِقُ ٱلنَّهَارِۚ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسۡبَحُونَ 
    Lasy-syamsu yanbaghii lahaa an tudrikal qamara wa lallailu saabiqunnahaar(i), wa kullun fii falakin yasbahuun(a) 
    Artinya: Tidaklah mungkin bagi matahari untuk mengejar bulan dan tidaklah malam dapat mendahului siang. Masing-masing mereka (matahari dan bulan) berada pada garis edarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *