5 Kebiasaan yang Terlihat Sepele Tapi Bikin Tagihan Bengkak Selama Karantina

https://lh6.googleusercontent.com/dc3hBcp21R8UF_DQI-BckSIBSxepS2a91FHuNp89ozO9RfjXp0XOPbzwlhMdFMYrA4YUKSVvrNK3hTO6ZlwTAEoQist65FwRBPtgbNDNX_dCQ0xhQjDAx8GMwwj-BySI_Y_xtk7D

Sering bablas pakai pay later atau kredit online selama karantina di rumah di masa pandemi? Hati-hati, ini bisa jadi kebiasaan “sepele” yang bikin tagihan bengkak selama di rumah aja, lho. 

Pandemi saat ini memang menjadi masa-masa yang membuat frustasi bagi banyak orang. Bukan hanya mereka yang pekerjaan atau kegiatannya terimbas namun juga kita semua yang terpaksa di rumah aja hampir 3 bulan ini sebagai upaya membantu menekan laju penyebaran virus. 

Di satu sisi, di rumah aja membuat beberapa pengeluaran jadi hemat dan bisa ditekan maksimal. Contohnya: uang transportasi, makan, jajan, dan jalan-jalan. Tapi di sisi lain, banyak juga tagihan yang membengkak selama di rumah. Seperti listrik, internet, air, dan biaya makan serta hiburan. Sebab, yang tadinya setiap hari semua anggota keluarga beraktivitas di luar, kini semua kompak di rumah. Sah-sah saja, sebab di masa pandemi ini, setiap orang mesti punya cara “bertahan” agar tetap waras dan semangat dalam beraktivitas. 

Namun, kondisi tagihan yang membengkak tidak bisa dipertahankan dan dibiarkan berlarut-larut. Apalagi, jika penyebabnya adalah 5 kebiasaan sepele berikut ini. Kalau bisa diperbaiki dari sekarang, kenapa nggak?

Mengisi waktu luang dengan cek promo e-commerce

Selain menonton film atau mendengarkan musik, windows shopping juga paling asyik dilakukan di waktu luang. Di masa pandemi, mungkin juga screen time kita menjadi meningkat, baik itu di smartphone maupun laptop. Coba hitung, ada berapa aplikasi e-commerce di smartphone-mu dan berapa kali kamu membukanya dalam waktu sehari?

Meskipun sebatas lihat-lihat dan jarang beli, windows shopping di e-commerce sangat berpeluang membuat kita menjadi impulsif dalam membeli sesuatu. Yang tadinya barang nggak butuh, jadi “dirasa” butuh karena melihat harganya yang miring. Plus, ada promosi potongan harga dan gratis ongkir, pula. Kalau sudah combo kill gini, rasanya nggak ada alasan untuk nggak check-out kan?

Jarang mengecek histori transaksi & tagihan pay later atau kredit online

Yang bikin online windows shopping jadi makin berbahaya untuk kantong adalah adanya fitur pay later atau kredit online yang ditawarkan banyak e-commerce saat ini. Jadi, meskipun kita nggak punya uang cash saat itu, kita tetap merasa bisa belanja kapanpun karena sudah terdaftar di fitur pay later ataupun fintech kredit online seperti Kredivo

Di satu sisi, fitur pay later dan kredit online dapat sangat memudahkan dalam transaksi ataupun kredit. Terutama bagi orang yang nggak punya kartu kredit. Namun, di sisi lain, penggunaan yang berlebihan, menganggap pay later atau kredit online sebagai dana cadangan, dan jarang mengecek daftar transaksi beserta tagihannya, dapat menjadi bumerang nantinya, lho. Tau-tau tagihan bengkak mau nggak mau penghasilan bulan depan sebagian harus menutup tagihannya, toh?

Nah, mumpung yang digunakan adalah fitur pay later dan kredit berbasis online, jangan sampai lengah dan tidak mengecek daftar transaksi yang sudah dilakukan, ya. Kalau kamu pengguna Kredivo, kamu pasti tahu bahwa fintech kredit online yang satu ini memiliki menu “Transaksi” yang mencatat rapi semua transaksi yang pernah kamu lakukan di merchant. Bukan cuma itu, catatan tersebut juga lengkap beserta dengan nominal total, rincian transaksi, beserta tanggal jatuh tempo pembayaran. Kamu dapat mengeceknya kapan pun. 

Untuk cicilan, Kredivo mengenakan suku bunga sebesar 2,95% per bulan untuk pembelanjaan minimum Rp 1 juta, tanpa uang muka, dan opsi tenor 3/6/12 bulan. Namun, Kredivo juga memiliki opsi “Bayar dalam 30 hari tanpa bunga” terutama untuk transaksi di bawah Rp 1 juta. Di tengah pandemi, opsi ini bisa sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan darurat asalkan digunakan dengan bijak.  

Lupa mematikan lampu di siang hari & stop kontak saat tidak dipakai

Ketika beraktivitas di luar rumah sehari-hari, mungkin sudah jadi hal biasa untuk mematikan lampu dan semua stop kontak sebelum bepergian. Disadari atau tidak, kebiasaan inilah yang sangat membantu tagihan listrik tetap normal. Namun ketika harus di rumah aja karena pandemi, kebiasaan ini bisa jadi terlupakan dan akhirnya bikin tagihan membengkak. Untuk menyiasati ini, gunakan satu ruangan khusus ketika harus bekerja atau belajar dari rumah. Jadi, lampu atau stop kontak yang menyala terpusat hanya pada ruangan tersebut saja. Sebisa mungkin, lampu dan stop kontak tidak terpakai di ruangan lainnya dimatikan mulai pagi hingga sore hari. 

Menyalakan pendingin ruangan nonstop

Sama dengan lampu dan stop kontak, pendingin ruangan juga termasuk yang bisa membuat tagihan listrik bengkak jika digunakan nonstop. Apalagi saat ini sudah masuk musim panas dan harus beraktivitas di rumah aja, kebutuhan akan pendingin ruangan tentu meningkat. Kalau saat sebelum pandemi pendingin ruangan hanya nyala di malam hari, kini harus seharian. Tapi, yakin, mau terus-terusan & bikin tagihan listrik dobel? Solusinya, kalau di rumah punya ventilasi yang baik, maka kamu bisa membuka jendela dan pintu lebar-lebar di pagi hari. Sementara di siang hari, kamu dapat menggunakan kipas yang wattnya lebih rendah dibanding AC.

Lupa mematikan keran air setelah digunakan

Selain boros listrik, kerap membiarkan keran air menyala hingga luber juga bisa bikin tagihan air bengkak. Terutama kalau kamu berlangganan PAM/PDAM. Solusinya, selain menggunakan tandon penampungan air, minimal sediakan wadah besar seperti ember atau bak untuk menampung air di dalam kamar mandi/ruangan cuci. Jadi, waktu menyalakan air bisa lebih dikontrol. Misalnya hanya 2 kali sehari di pagi dan sore hari. 

Dengan cara-cara inilah, pengeluaran selama masa pandemi bisa lebih ditekan. Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *