Daftar Pengeluaran yang Bisa Dipangkas & Dialihkan Jadi Dana Darurat Saat Wabah

Bagi sebagian orang, menabung untuk dana darurat tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sebab, selain kebutuhan yang banyak, biasanya jumlah penghasilan juga pas-pasan. Namun sebagian lagi, ada juga yang memang pengeluarannya hariannya terlalu boros selama beraktivitas di luar rumah dan belum sadar akan pentingnya dana darurat. Kalau kamu, termasuk yang mana?

Nah, mumpung kali ini lagi masa karantina karena pandemi Corona, momen ini bisa dimanfaatkan untuk berhemat ketat dan memangkas beberapa pengeluaran untuk dialihkan menjadi dana darurat. Meski jumlahnya nggak seberapa, dalam segala situasi, dana darurat bisa menjadi pijakan kita buat bertahan sementara waktu sampai ada sokongan dana lagi, entah itu dari uang bonus, kerjaan sampingan, gaji bulan berikutnya, atau pinjaman tunai

Beberapa kebutuhan mungkin memang jadi meningkat seiring dengan anjuran bekerja dan belajar dari rumah, misalnya tagihan listrik atau internet. Tapi, kalau dipikir-pikir lagi, sebenarnya banyak juga lho pengeluaran di hari-hari normal yang jadi nggak terpakai karena pandemi. Contohnya:

Biaya transportasi

Kalau biasanya berangkat ke kantor kamu perlu keluar uang untuk biaya transport seperti uang bensin mobil/motor, ongkos kereta, busway, MRT, atau ojek online, dengan adanya kebijakan work from home tentu kamu nggak perlu keluar uang sementara waktu untuk biaya transportasi. Katakanlah misalnya ongkos PP dengan transportasi umum setiap hari habis Rp25.000. Kalau dikalikan 20 hari kerja maka total satu bulan yang perlu kamu keluarkan untuk biaya transport adalah Rp500.000. Nah, agar lebih efektif dalam membantu keuangan, biaya transport ini bisa dialihkan menjadi dua hal: dana darurat atau untuk menutup tagihan bulanan yang naik selama WFH seperti biaya listrik atau internet. 

Biaya hangout, jajan, dan makan di luar

Berhubung harus di rumah aja, biaya hangout, jajan, dan makan di luar tiap akhir pekan atau setelah jam kerja, bisa juga lho sebagian ditabung untuk dana darurat. Sebagian lagi, supaya nggak bosan dan di rumah lebih berwarna, sesekali boleh buat suasana di rumah layaknya kafe atau tempat makan favorit. Misalnya, kalau kamu suka makanan all you can eat, nggak ada salahnya coba belanja ala-ala all you can eat mulai dari daging, sayuran, kuah-kuahan, kemudian tata semirip mungkin dengan yang ada di restoran favoritmu. Tabungan terisi, hasrat jajan pun bisa terpenuhi!

Uang untuk jajan kopi kekinian setiap hari

Minum kopi susu harga kekinian harga 15 ribu sampai 20 ribuan mungkin sudah jadi gaya hidup sendiri bagi pekerja kantoran dan masyarakat urban. Kalau kamu termasuk yang hampir nggak bisa melewatkan hari tanpa beli kopi susu, seharusnya momen WFH bisa menyelamatkanmu. Sebab, di rumah kamu bisa mengganti beli kopi susu dengan membuat dan meracik sendiri dengan bahan-bahan yang bisa didapatkan dari supermarket. Mulai dari kopi bubuk, susu cair, gula aren, sampai susu kental manis. Dijamin, pasti bakal jauh lebih hemat dibanding pesan online. Nah, sisa uangnya bisa meluncur ke tabungan darurat deh. 

Biaya liburan

Udah ngerencanain liburan tahun ini tapi terkendala Corona? Kalau sudah telanjur pesan tiket dan hotel, sebaiknya segera ajukan refund dan gunakan uangnya untuk kebutuhan darurat lain. Sebab, meski Corona bisa mereda, namun sektor pariwisata kabarnya diprediksi menjadi yang terakhir pulih. Pasca wabah, orang-orang cenderung masih akan sangat waspada sehingga liburan mungkin tidak akan masuk dalam rencana. Setidaknya tahun ini, semua rencana liburan bisa ditunda. Mudah-mudahan ada setitik harapan di akhir tahun atau jelang 2021 dan semua bisa kembali pulih, terutama sektor pariwisata yang paling keras terkena dampak dari Corona. 

Butuh pinjaman tunai untuk kebutuhan darurat di tengah pandemi? Kredivo bisa jadi pilihan terbaik

Kondisi ekonomi yang menurut di tengah Corona memang sulit untuk dihindari. Untuk beberapa kebutuhan darurat seperti kesehatan misalnya, mau nggak mau mengajukan pinjaman tunai kerap dijadikan solusi jika nggak punya dana darurat. Namun pertanyaannya, di tengah wabah, apakah masih memungkinkan mengajukan pinjaman tunai?

Jawabannya, kembali lagi pada kebutuhan dan kondisi finansial masing-masing. Kalau memang masih punya penghasilan untuk bayar cicilan pinjaman, pengajuan pinjaman tunai untuk kebutuhan mendesak boleh aja dilakukan. Asalkan, jumlah pinjaman yang diajukan benar-benar dipertimbangkan. Bukan hanya soal cukup atau tidaknya untuk memenuhi kebutuhan darurat tapi juga bagaimana hitungan angsuran cicilannya per bulan. 

Di jaman sekarang, nggak perlu keluar rumah untuk bisa mengajukan pinjaman tunai. Sebab, ada fintech pinjaman tunai berbasis online yang bisa diandalkan. Seperti Kredivo, yang menawarkan pinjaman tunai mulai dari 500 ribu dengan suku bunga flat hanya 2,95% per bulan. Untuk mengajukan pinjaman tunai dan mendaftarkan di Kredivo, kamu hanya perlu download aplikasinya di Google Play Store atau App Store, kemudian daftar sebagai user Premium. Namun sebelum itu, pastikan dulu bahwa kamu: 

  1. Adalah WNI yang telah berusia minimal 18 tahun. 
  2. Memiliki penghasilan tetap per bulannya minimal Rp 3 juta. 
  3. Berdomisili di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Palembang, Semarang, Bali, Yogyakarta, Solo, Malang, Makassar, Cirebon, atau Sukabumi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *